Pembukaan Pemberian PMT Lokal Puskesmas Jati
Program yang digawangi oleh Puskesmas Jati bersama kader kesehatan setempat ini menyasar puluhan balita dengan kategori gizi kurang serta ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Paket makanan yang didistribusikan diolah secara higienis menggunakan bahan-bahan segar, seperti umbi-umbian, kacang hijau, telur, dan ikan yang kaya akan protein hewani dan nabati.
Probolinggo – Pemerintah terus menggencarkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal untuk mencegah stunting dan memperbaiki gizi balita serta ibu hamil. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi gizi dari hasil bumi setempat.
Program yang digawangi oleh Puskesmas Jati bersama kader kesehatan setempat ini menyasar puluhan balita dengan kategori gizi kurang serta ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Paket makanan yang didistribusikan diolah secara higienis menggunakan bahan-bahan segar, seperti umbi-umbian, kacang hijau, telur, dan ikan yang kaya akan protein hewani dan nabati.
Pendekatan PMT lokal ini dinilai sangat tepat karena tidak hanya memenuhi kecukupan gizi harian anak, tetapi juga mendidik keluarga untuk lebih mandiri dan kreatif dalam mengolah potensi pangan lokal di lingkungan sekitar.
Salah satu orang tua penerima manfaat, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. "Anak saya jadi lebih lahap makan dan berat badannya mulai menunjukkan tren positif sejak rutin mengonsumsi PMT lokal ini," ungkapnya dengan rasa syukur.
Semua sasaran berharap melalui program berkesinambungan ini, status gizi balita di wilayah Kerja Puskesmas Jati dapat terus membaik secara signifikan, sekaligus mencetak generasi penerus bangsa yang lebih sehat dan bebas stunting.